Kanal

Tekad Abidin: Penanganan Karhutla Harus Menyentuh Pihak yang Paling Bertanggung Jawab

PEKANBARU — Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru kembali memperpanjang kebijakan belajar secara daring atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi seluruh pelajar hingga Sabtu (10/10/2026). Langkah darurat ini terpaksa ditempuh menyusul kualitas udara di ibu kota Provinsi Riau tersebut yang kian memburuk dan terdeteksi berada pada level Sangat Tidak Sehat akibat kepungan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kondisi darurat lingkungan ini langsung mendapat perhatian serius dari Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, Tekad Abidin. Politisi dari Fraksi PDI Perjuangan tersebut menilai perpanjangan kebijakan belajar dari rumah ini merupakan cerminan nyata dari masifnya dampak buruk bencana asap terhadap kelangsungan hidup serta aktivitas harian masyarakat.

Dalam keterangannya pada Kamis (8/10/2026), Tekad secara khusus menyoroti penegakan hukum terhadap para perusak lingkungan. Ia berharap di bawah kepemimpinan Kapolri yang baru, aparat penegak hukum dapat bertindak lebih tegas dan tanpa kompromi dalam memproses hukum para pelaku pembakar hutan, terutama yang beroperasi di wilayah Pulau Sumatera.

Lebih lanjut, Tekad menegaskan bahwa penegakan hukum selama ini kerap dinilai belum menyentuh lingkaran atas atau para pembuat kebijakan di level korporasi. Oleh sebab itu, ia menuntut agar setiap perusahaan yang konsesi lahannya mengalami kebakaran harus dimintai pertanggungjawaban hukum secara mutlak, sekaligus diusut tuntas guna mengungkap siapa aktor intelektual di balik bencana ekologis tersebut.

Di samping penegakan hukum, efektivitas sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) ini juga dinilai sangat bergantung pada pengawasan yang ketat serta komitmen bersama di tingkat keluarga. Sinergi yang kuat antara Dinas Pendidikan, pihak satuan pendidikan, dan para orang tua murid menjadi kunci utama agar proses transfer ilmu tetap berjalan optimal meski dilakukan dari rumah.

Tekad mengimbau agar Dinas Pendidikan dan pihak sekolah mampu merancang mekanisme pembelajaran jarak jauh yang interaktif dan setara kualitasnya dengan kegiatan tatap muka di ruang kelas. Pemerintah daerah juga terus mengingatkan para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka selama masa belajar darurat ini berlangsung, serta meminta pihak sekolah untuk memantau capaian akademik siswa secara berkala agar target kurikulum tetap tercapai dengan baik.

Ikuti Terus Riaupower

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER