PEKANBARU - anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekanbaru, Roni Pasla, secara tegas mendesak pemerintah setempat agar memprioritaskan pemeliharaan rutin pada seluruh infrastruktur penanggulangan banjir. Perawatan yang konsisten dinilai sangat esensial agar berbagai fasilitas penampungan air seperti waduk dan embung mampu berfungsi secara maksimal setiap kali curah hujan tinggi melanda wilayah tersebut.
Dukungan nyata sejatinya telah disuarakan oleh pihak legislatif terhadap berbagai program strategis pemko dalam mengatasi persoalan genangan air. Berbagai rencana jangka panjang, mulai dari pengaktifan kembali Waduk Cipta Karya pada tahun 2027 mendatang, penjajakan pembangunan waduk baru, hingga pemanfaatan kawasan cekungan yang berpotensi sebagai kolam retensi, dipandang sebagai langkah awal yang tepat dalam mitigasi bencana banjir.
Namun demikian, Roni mengingatkan agar pemerintah daerah tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata tanpa dibarengi komitmen perawatan yang berkelanjutan. Salah satu persoalan krusial yang kerap terabaikan adalah ancaman sedimentasi atau pendangkalan di dalam badan waduk dan embung. Jika dibiarkan tanpa tindakan nyata, endapan material tersebut lambat laun akan mengurangi volume kapasitas tampung, sehingga fasilitas pengendali banjir tersebut gagal menjalankan fungsi utamanya ketika debit air meningkat drastis akibat hujan deras.
Sebagai solusi atas permasalahan tersebut, Roni menyarankan agar instansi terkait secara berkala menerjunkan tim guna memeriksa kondisi fisik seluruh infrastruktur penampungan air. Pemeriksaan rutin ini diperlukan untuk mendeteksi secara dini adanya kerusakan maupun penurunan daya tampung akibat endapan lumpur. Apabila ditemukan indikasi pendangkalan, pemerintah diminta langsung bergerak cepat melakukan normalisasi berupa pengerukan agar kapasitas tampung air bisa kembali seperti semula dan optimal dalam menekan risiko banjir.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa anggaran besar yang digelontorkan untuk pembangunan infrastruktur pengendali banjir harus memberikan dampak jangka panjang yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Oleh karena itu, prinsip pengawasan ketat dan perawatan berkala wajib diterapkan secara konsisten, sehingga setiap fasilitas yang dibangun tidak sekadar berdiri megah, melainkan benar-benar andal dalam melindungi warga dari ancaman banjir tahunan.