Menjelang Akhir Bulan, DPRD Pekanbaru Tagih Komitmen Disdik Soal Seragam

Jumat, 23 Oktober 2026

Pekanbaru - DPRD Kota Pekanbaru kembali mendesak Dinas Pendidikan (Disdik) setempat untuk segera merealisasikan janji pendistribusian seragam sekolah gratis bagi siswa baru tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Desakan ini mengemuka mengingat saat ini telah memasuki pengujung bulan Oktober 2026, sementara realisasi bantuan yang dijadwalkan rampung pada bulan ini dinilai mengalami keterlambatan.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru, Tekad Abidin, menegaskan bahwa komitmen yang telah disepakati bersama antara pihak legislatif dan instansi pelaksana harus ditepati. Batas waktu bulan Oktober yang sebelumnya telah disanggupi oleh Disdik menuntut adanya tindakan cepat di lapangan agar kepercayaan publik terhadap program pemerintah tetap terjaga dengan baik.

Menanggapi potensi kendala teknis yang mungkin terjadi dalam proses pengadaan maupun kelengkapan stok, pihak legislatif memberikan solusi taktis. Tekad menyarankan agar Dinas Pendidikan tidak perlu menunggu seluruh paket selesai diproduksi secara bersamaan. Stok yang sudah rampung dicetak dan siap disalurkan diminta untuk langsung dibagikan terlebih dahulu kepada para siswa yang berhak menerima.

Melalui skema penyaluran bertahap tersebut, masyarakat diharapkan dapat segera merasakan manfaat bantuan tanpa harus menunggu waktu yang lebih lama. Secara keseluruhan, paket bantuan seragam gratis dari Pemerintah Kota Pekanbaru ini mencakup tiga stel pakaian bagi setiap siswa baru, yang terdiri dari seragam nasional merah putih untuk SD dan putih biru untuk SMP pakaian pramuka, serta pakaian olahraga.

Ke depannya, Komisi III DPRD Pekanbaru juga menaruh perhatian pada pengembangan jenis bantuan atribut sekolah. Pihak legislatif mendorong agar perencanaan anggaran di masa mendatang dapat memperluas cakupan bantuan dengan memasukkan seragam khas daerah, seperti pakaian Melayu dan batik, ke dalam alokasi APBD Kota Pekanbaru. Dengan demikian, kelengkapan atribut peserta didik bisa semakin optimal sekaligus mendukung pelestarian identitas budaya lokal di lingkungan dunia pendidikan.