
PEKANBARU - Dinamika politik dan anggaran di Kota Pekanbaru kembali menunjukkan geliatnya. Memasuki penghujung Oktober 2026, pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) untuk Tahun Anggaran 2027 resmi dimulai. Menariknya, dua persoalan mendasar yang selama ini menjadi pekerjaan rumah menahun yakni perbaikan infrastruktur jalan rusak serta mitigasi bencana banjir kembali menduduki peringkat teratas skala prioritas pembangunan.
Keterangan tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri. Menurutnya, agenda legislatif saat ini sudah berada pada fase pembahasan tingkat komisi. Di tahap ini, masing-masing komisi di dewan sedang aktif menelaah, mengoreksi, serta mencermati usulan program kerja yang diajukan oleh berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Selepas proses di tingkat komisi ini selesai, rangkaian pembahasan akan naik ke tingkat yang lebih komprehensif, yakni melalui Badan Anggaran (Banggar) DPRD yang bersinergi langsung bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
Politisi senior dari Partai Demokrat tersebut menggarisbawahi bahwa di tengah banyaknya usulan program yang masuk, orientasi pembangunan fisik pada tahun 2027 tetap konsisten pada penyelesaian masalah fundamental warga. Perbaikan jalan yang berlubang serta penanganan genangan air atau banjir masih menjadi fokus utama lantaran dua isu tersebut terus-menerus dikeluhkan oleh masyarakat di berbagai sudut kota.
Namun demikian, perhatian dewan tidak semata-mata tersedot pada proyek fisik infrastruktur saja. Sektor pelayanan dasar bagi publik juga didorong untuk mendapat porsi perhatian yang seimbang. Di bidang pendidikan, Azwendi secara khusus menitipkan harapan agar program-program yang langsung menyentuh kepentingan rakyat kecil seperti pengadaan seragam sekolah gratis bagi siswa SD dan SMP negeri dapat terus dipertahankan dan dilanjutkan. Kebijakan ini terbukti efektif dalam memangkas beban pengeluaran orang tua menjelang tahun ajaran baru.
Tidak berhenti di situ, legislatif juga mendesak pemerintah kota agar memperluas cakupan serta alokasi anggaran untuk program beasiswa perguruan tinggi. Beasiswa ini direncanakan mencakup jenjang pendidikan yang variatif, mulai dari Diploma Tiga (D3), Strata Satu (S1), Strata Dua (S2), hingga Strata Tiga (S3). Sasarannya pun dibuat inklusif, menyasar kalangan mahasiswa berprestasi, para generasi muda penghafal Al-Qur'an, hingga anak-anak dari keluarga prasejahtera agar mereka memiliki akses yang setara terhadap dunia pendidikan tinggi.
Secara garis besar, arah kebijakan anggaran tahun 2027 dirancang agar lebih holistik. Sebagaimana ditekankan oleh Azwendi, cakupan prioritas dewan meliputi pembangunan infrastruktur jalan, penanggulangan banjir, penguatan sektor pendidikan, optimalisasi layanan kesehatan, serta program sosial termasuk beasiswa. Melalui rangkaian pembahasan yang kini tengah berjalan, DPRD Pekanbaru optimis bahwa dokumen APBD 2027 yang disahkan nanti benar-benar berorientasi pada kemaslahatan publik dan mampu menjadi solusi konkret atas berbagai persoalan yang dirasakan masyarakat sehari-hari.