
PEKANBARU - Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus memacu penyelesaian program perbaikan jalan serta pembenahan sistem saluran air hingga penghujung tahun 2026. Upaya strategis ini memperoleh komitmen dukungan penuh dari DPRD Kota Pekanbaru, khususnya jajaran Komisi IV yang membidangi pembangunan infrastruktur.
Kendati memberikan apresiasi, Sekretaris Komisi IV DPRD Pekanbaru, H. Roni Amriel, S.H., M.H., melayangkan pesan tegas agar para kontraktor pelaksana tidak berfokus pada kecepatan semata. Menurutnya, aspek kualitas pengerjaan dan kelayakan fisik bangunan harus dijadikan prioritas utama agar fasilitas publik yang dibangun berdaya tahan panjang, bermanfaat optimal bagi warga, serta tidak menimbulkan dampak bahaya di kemudian hari.
Dalam target kerja tahun berjalan 2026, Dinas PUPR mematok program pemeliharaan jalan dengan total panjang mendekati 60 kilometer. Realisasi fisik di lapangan hingga saat ini tercatat sudah merampungkan sekitar 47 kilometer. Artinya, jajaran teknis masih menyisakan beban pekerjaan sekitar 12 kilometer jalan yang wajib tuntas sebelum bergantinya tahun.
Kepala Dinas PUPR Kota Pekanbaru, Edwar Riansyah, memaparkan bahwa pemeliharaan jalan yang tersisa tersebar di sejumlah titik vital, antara lain wilayah Senapelan, Jalan Palapa, Jalan Cahaya Payung Sekaki, Jalan Taman Sari Bukitraya, kawasan pemukiman Danau Buatan, hingga ruas Jalan Limbungan di daerah Rumbai. Pihaknya optimis target tersebut dapat diselesaikan secara tepat waktu dengan memaksimalkan penggunaan alokasi dana dan waktu yang tersedia.
Di samping pemeliharaan jalan, pengerjaan fisik juga difokuskan pada perbaikan jaringan drainase pada enam ruas jalan utama kota. Lokasi-lokasi yang menjadi prioritas pengerjaan di antaranya mencakup Jalan Suka Karya, Jalan Dharma Bakti, Jalan Paus, serta Jalan Embun Pagi. Perkembangan fisik pengerjaan drainase di berbagai lokasi tersebut saat ini sudah menunjukkan progres signifikan pada kisaran 60 hingga 80 persen.
Seluruh rangkaian proyek pembenahan drainase ditargetkan rampung sepenuhnya pada pertengahan sampai akhir Desember 2026. Penuntasan proyek ini diharapkan dapat meminimalisasi titik genangan air serta menjadi solusi efektif dalam menanggulangi potensi banjir yang kerap melanda berbagai kawasan saat intensitas hujan meningkat.
Mengenai potensi perluasan proyek, Edwar mengonfirmasi bahwa tidak ada penambahan lokasi pengerjaan drainase skala besar untuk sisa tahun anggaran ini karena keterbatasan waktu pengerjaan. Walau demikian, perbaikan bersifat insidental dan darurat tetap dijalankan jika ditemukan kerusakan kritis di lapangan, seperti struktur saluran patah atau box culvert yang rusak mendadak.
Di sisi lain, keterbatasan kapasitas anggaran masih menjadi kendala utama dalam menuntaskan seluruh titik kerusakan infrastruktur secara serentak di Kota Pekanbaru. Untuk mengatasi tantangan tersebut, Dinas PUPR berencana mengusulkan kembali lokasi-lokasi drainase prioritas dalam skema anggaran tahun 2027.
Sinergi berkelanjutan antara pengawasan DPRD dan ketersediaan anggaran yang memadai diharapkan dapat memperkuat langkah Pemko Pekanbaru dalam menciptakan infrastruktur jalan dan drainase yang berkualitas, aman, serta memberikan kenyamanan bagi seluruh aktivitas masyarakat.